Link Game
Jumat, 26 April 2013
Berpikir Deduktif
Deduktif(deduksi) berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Dalam deduktif telah diketahui kebenarannya secara umum, kemudian bergerak menuju pengetahuan baru tentang kasus-kasus atau gejala-gejala khusus atau individual. Jadi deduksi adalah proses berfikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, toeri, keyakinan) menuju hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa itu.
Contoh :
Semua mahluk akan mati.
Manusia adalah mahluk.
Karena itu semua manusia akan mati.
Contoh di atas merupakan bentuk penalaran deduktif. proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, generalisasi sebagai pangkal tolak. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus tertentu. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus khusus itu. Deduksi menggunakan silogisme dan entimem.
Dapat disimpulkan secara lebih spesifik bahwa argumen berpikir deduktif dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif bergantung pada dua hal, yaitu kesahihan bentuk argumen berdasarkan prinsip dan hukumnya; dan kebenaran isi premisnya berdasarkan realitas. Sebuah argumen deduktif tetap dapat dikatakan benar berdasarkan bentuknya, meskipun isinya tidak sesuai dengan realitas yang ada; atau isi argumen deduktif benar menurut realitas meskipun secara bentuk ia tidak benar.
Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.
Dua tipe argumen deduktif adalah silogisme kategoris dan silogisme hipotetis. Silogisme kategoris adalah argumen yang pasti terdiri atas dua premis dan satu konklusi, dengan setiap pernyataannya dimulai dengan kata semua, tidak ada, dan beberapa atau sebagian, dan berisi tiga bagian yang masing-masing hanya boleh muncul dalam dua proposisi silogisme. Premis 1: Semua atlet adalah orang yang sehat jiwa raga.Premis 2: Beberapa pelajar adalah atlet. Konklusi: Jadi, beberapa pelajar adalah orang yang sehat jiwa raga.
Silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki pernyataan kondisional atau bersyarat pada premisnya. Ada tiga jenis silogisme hipotetis, yaitu silogisme kondisional yang mengandung anteseden (syarat) dan konsekuensi; silogisme disjungtif berupa pernyataan yang menawarkan dua kemungkinan; dan silogisme konjungtif yang bertumpu pada kebenaran proposisi kontraris. Kesahihan dan ketidaksahihan setiap bentuk silogisme tersebut diukur dengan hukum dan prinsip dasar berpikir deduktif, menyangkut pengakuan dan pengingkaran pada premisnya. Beberapa contoh silogisme hipotetis terlihat di bawah ini:
(i) Silogisme hipotetis:
Bila hari tidak hujan, Ani akan pergi ke bandara.
Hari hujan.
Oleh karena itu, Ani tidak pergi ke bandara.
(ii) Silogisme disjungtif:
A atau B Arif menulis prosa atau puisi
Ternyata bukan A Ternyata Arif tidak menulis prosa
Maka B Maka, Arif menulis puisi
(iii) Silogisme konjungtif:
A tidak mungkin Arif tidak mungkin sekaligus menulis prosa dan puisi sekaligus B dan C
Ternyata A adalah B Ternyata Arif menulis prosa
Maka, A bukan C Maka, Arif tidak menulis puisi
Entimem
Dalam kehidupan sehari-hari kita jarang menggunakan bentuk silogisme yang lengkap. Demi kepraktisan, bagian silogisme yang dianggap telah dipahami, dihilangkan. Inilah yang disebut entimem.
Contoh :
Premis mayor : Semua rentenir adalah penghisap darah orang yang sedang kesusahan.
Premis minor : Pak Budi adalah rentenir.
Kesimpulan : Pak Budi adalah penghisap darah orang yang sedang kesusahan.
Agar tidak kaku, maka silogisme di atas diungkapkan dalam bentuk entimem :
Pak Budi adalah rentenir, penghisap darah orang yang sedang kesusahan.
Jadi, dari penjelasan tentang berpikir deduktif yang termanifestasi dalam bentuk silogisme kategoris dan silogisme hipotetis (kondisional, disjungtif, dan konjungtif) dapat disimpulkan bahwa berpikir deduktif adalah cara berpikir logis yang mengikuti serangkaian aturan. Di dalamnya berlangsung aktivitas berpikir analisis dan sintesis terhadap kondisi atau situasi yang ada.
Read More...
Kamis, 25 April 2013
Analisis Lesikal Program Sederhana Pada PL/SQL
Gambar dibawah adalah bentuk kodingan dan tampilan outputnya :
Penjelasan Program :
SET SEVEROUTPUT ON :
merupakan perintah yang wajib digunakan pada PL/SQL, dan ditulis pada awal
program.
DECLARE : perintah untuk mendeklarasikan
variabel-variabel yang akan digunakan pada suatu program.
AWAL : variabel “AWAL” dengan tipe data
“VARCHAR” dan batas karakter adalah 50.
HELLO : variabel “HELLO” dengan tipe data “VARCHAR”
dan batas karakter adalah 20.
BEGIN : perintah untk mengawali suatu statement pada
suatu program.
AWAL := ‘BELAJAR PL/SQL' : variabel “AWAL” digunakan untuk mendeklarasikan
tulisan “BELAJAR PL/SQL”.
HELLO := ‘PERTEMUAN PERTAMA’ : variabel “HELLLO” digunakan untuk
mendklarasikan tulisan “PERTEMUAN PERTAMA”.
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(AWAL) : perintah untuk mencetak, dengan memanggil nama variabel
yang digunakan, yaitu variabel “AWAL”. Dan hasilnya nanti akan mencetak tulisan
“BELAJAR PL/SQL”.
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(HELLO) : perintah untuk mencetak, dengan memanggil nama variabel
yang digunakan, yaitu variabel “HELLO”. Dan hasilnya nanti akan mencetak
tulisan “PERTEMUAN PERTAMA”.
END; : perintah untuk mengakhiri statements dan juga
program.
Hasil Analisis Lesikalnya :
Read More...
Selasa, 22 Januari 2013
Tugas B. Indonesia EYD
Apindo Kucurkan Bantuan Hingga Rp 1 Miliar
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia mengucurkan bantuan Rp 1 miliar serta
sejumlah kebutuhan sandang dan pangan
bagi korban banjir di Jakarta. Bantuan tersebut disalurkan melalui kerja sama
dengan Palang Merah Indonesia pada Selasa (22/1/2013) di Markas Pusat Palang
Merah Indonesia, Jakarta.
Ketua Umum Asosiasi
Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengatakan, meskipun pengusaha
mengalami kerugian akibat banjir di Jakarta, solidaritas sosial tetap
harus ada dan dibutuhkan. Sofjan menilai, organisasi yang siap untuk bekerja
sama dengan Apindo dalam menyalurkan bantuan adalah Palang Merah Indoneasia
(PMI).
Menurut Sofjan, PMI
memiliki jaringan yang kuat, sehingga memudahkan untuk menyalurkan bantuan.
"Bentuk kerja sama yang seperti inilah yang kita butuhkan,"ujar
Sofjan.
Sofjan menambahkan,
semua pengusaha di bawah naungan
Apindo beraksi positif memberikan bantuan kepada korban banjir. Sofjan
berharap, akan lebih banyak lagi pengusaha baik nasional maupun di daerah yang
membantu korban banjir.
Selain perusahaan
dalam negeri, perusahaan asing yang berada di Indonesia pun ikut menyumbang.
Sumbangannya dalam bentuk susu, makanan bayi, dan obat-obatan.
Ketua Umum PMI,
Muhammad Jusuf Kalla, menyambut baik bantuan dan kerjasama dengan Apindo.
Apalagi saat ini stok logistik untuk
kebutuhan pengungsi yang dimiliki PMI sudah hampir habis. Dengan bantuan
tersebut, stok logistik yang dimiliki PMI akan tetap tersedia.
"Dalam kondisi
banjir saat ini perlu ada sikap tanggap darurat seperi ini," ujar
Kalla. Menurut Kalla, saat ini masyarakat di pengungsian sangat membutuhkan air
bersih. Kalla menjelaskan lebih lanjut, meskipun ada bantuan beras, namun warga
di pengungsian tidak bisa memasak karena tidak ada air bersih.
Kalla yakin, dengan kerjasama tantangan akan bisa diatasi.
"Kita tidak boleh berhenti bergerak," ujar Kalla. Setiap hari ada
operasi 5 juta PMI di lokasi banjir yang selalu memantau kondisi di
lapangan.
Editor : Robert Adhi Ksp
KESALAHAN
|
PERBAIKAN
|
Mengucurkan
|
Memberikan
|
Sandang dan Pangan
|
Pakaian dan makanan
|
Naungan
|
Di bawah Pimpinan
|
Stok Logistik
|
Bahan obat-obatan, makanan, pakaian,
DLL
|
Selasa, 13 November 2012
Perkembangan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
adalah bahasa
resmi
Republik Indonesia
dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia
diresmikan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Dari sudut pandang para peneliti, bahasa Indonesia adalah salah satu dari
banyak ragam bahasa melayu. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak
dicanangkannya Sumpah Pemuda,
28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa"
apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia
merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik
melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Banyak saat ini orang-orang
indonesia mulai berbicara dengan mencampur bahasa asing dengan bahasa indonesia,
mungkin karena biar keren. Seperti contohnya “so hungry, ada makanan bro?”, ya
itu contoh kecilnya dan masih banyak lagi. Adapun yang membuat bahasanya
sendiri, seperti yang sedang tren saat ini “ciyuss, mi apahhhhhhhhh?” yang
maksud dari kata-kata ga sekali itu artinya adalah “serius, demi apa?”.
Orang-orang indonesia kini lebih kreatif dengan penggunaan bahasa mereka,
sampai-sampai tulisan pun dimodifikasi menjadi besar-kecil dicampurkan dengan
angka-angka, contohnya “Tu2154N 1n1 4L4y 54N9aT D4n P4R4H” yang arti dari
tulisan tersebut adalah “TULISAN INI ALAY SANGAT DAN PARAH”. Dengan
berkembangnya zaman bahasa indonesia pun berkembang, mengakibatkan bahasa
indonesia aslinya semakin tertinggal. Akibatnya tidak banyak orang indonesia
yang mau mempelajari bahasa indonesia yang baik dan benar untuk ala kadarnya
berkomunikasi umum. Di indonesia mempunyai beragam bahasa yaitu bahasa-bahasa
daerah, oleh karena itu di indonesia jika ada seseorang berbicara dengan cara
logatnya dia mengucap orang akan cepat tau dari mana orang ini berasal entah
itu jawa, batak, madura, papua, dll. Tapi dengan banyaknya bahasa di indonesia
ini, menjadikan negara kita unik dan ga gampang bosan untuk berkomunikasi.
Karena bisa divariasikan dengan bahasa dari daerah asal bahkan bisa
divariasikan dengan gaya bahasa yang sedang tren. Berkomunikasi pun jadi lebih
asik, tidak bosan, bahkan bisa jadi lucu juga. Tetapi biar pun begitu kita
sebagai bangsa indonesia jangan melupakan bahasa resmi kita ini. Biarpun hak
asasi dijunjung tinggi di negara ini, kita boleh melakukan yang sesuai hak kita
selain tidak merugikan orang atau melanggar hukum seperti cara kita
berkomunikasi. Tetapi kita harus bisa menguasai bahasa kita sendiri dengan baik
dan benar yaitu bahasa indonesia. Kekurangan dari masyarakat indonesia pada
saat ini adalah begitu menomor dua kan apa yang mereka miliki apa yang negara
ini miliki. Kebanyakan orang lebih mengutamakan, hal-hal baru yang bersifat
bukan dari negara sendiri. Inilah mengapa yang menyebabkan negara kita tidak
bisa menjadi negara nomor satu didunia. Padahal negara kita ini memiliki
potensi dan banyak kelebihan dibanding negara-negara lain, tetapi jika tidak
didukung dari masyarakatnya sendiri itu semua sama saja tidak ada. Sesuatu yang
dimiliki oleh negara kita pun semakin tersingkir, sebenarnya negara kita masih
dijajah oleh bangsa asing, dengan hal-hal baru yang datang dari luar. Sudah seharusnya kita sebagai
bangsa indonesia sadar akan hal ini. Dimulai dengan bahasa, marilah bersama
lestarikan bahasa indonesia atau setidaknya memperlajari bahasa indonesia
dengan baik dan benar.
Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)
(Hak Cipta)Yulianto_Taufiq. Diberdayakan oleh Blogger.
